Biaya Pendaftaran Ketum PSSI Sulteng Rp1 Miliar Belum Final, Ini Penjelasan Plt. Sekum PSSI Sulteng
- account_circle Rizky Hidayatullah
- calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
- visibility 41
- comment 0 komentar
- print Cetak

Plt. Sekretaris Umum PSSI Sulteng, Samsurijal Labatjo. FOTO: ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PALU – Usulan biaya pendaftaran calon Ketua Umum PSSI Provinsi Sulawesi Tengah sebesar Rp1 miliar masih menunggu keputusan PSSI Pusat. Plt. Sekretaris Umum PSSI Sulteng, Samsurijal Labatjo, menegaskan bahwa nominal tersebut belum menjadi persyaratan resmi karena masih dalam tahap pengajuan untuk memperoleh persetujuan.
Klarifikasi ini disampaikan menyusul ramainya pembahasan mengenai besaran biaya pendaftaran calon ketua umum organisasi sepak bola di Sulawesi Tengah.
Dalam pernyataan resminya, Samsurijal menjelaskan bahwa usulan biaya tersebut berasal dari Komite Pemilihan dan telah diteruskan kepada PSSI Pusat. Pengumuman resmi baru akan disampaikan setelah terdapat keputusan dari tingkat pusat.
“Jika sudah ada persetujuan PSSI Pusat, pasti kami akan mengumumkan secara resmi,” demikian penegasan Plt. Sekum PSSI Sulteng. Melalui pesan Whatsapp. Pada. Rabu, (28/10).
Dengan demikian, angka Rp1 miliar yang beredar saat ini masih berstatus usulan dan belum dapat dipastikan menjadi ketentuan dalam proses pencalonan Ketua Umum PSSI Sulteng.
Pembinaan Klub Menjadi Alasan Usulan
Samsurijal menjelaskan, gagasan mengenai biaya pendaftaran tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi sepak bola di Sulawesi Tengah, terutama menyangkut keberlangsungan klub dan dukungan pembiayaan pembinaan.
Menurut keterangan pengurus, dari puluhan klub yang sebelumnya ada, kini hanya tujuh klub yang masih bertahan dan tercatat sebagai anggota resmi PSSI Sulteng serta mengikuti Liga 4 musim 2025/2026.
Kondisi tersebut dinilai menunjukkan perlunya perhatian lebih besar terhadap pembinaan pemain, keberlanjutan kompetisi, serta kemampuan klub untuk tetap beroperasi.
“Kami sadar, tanpa dana pembinaan yang jelas, sepak bola di daerah kita akan semakin tertinggal. Itulah mengapa kami mendukung usulan penetapan biaya pendaftaran calon Ketua PSSI sebesar Rp1 miliar,” ungkapnya dalam pernyataan resmi.
Ia menegaskan bahwa usulan itu diarahkan untuk mendukung pengembangan sepak bola daerah, bukan untuk kepentingan panitia pemilihan maupun pengurus yang terpilih.
Empat Prioritas Penggunaan Dana
Apabila usulan memperoleh persetujuan, dana tersebut direncanakan untuk mendukung empat bidang pembinaan sepak bola di Sulawesi Tengah.
Pertama, program pembinaan pemain muda di setiap kabupaten dan kota. Kedua, dukungan operasional bagi klub peserta Liga 4. Ketiga, penyelenggaraan kompetisi usia dini secara berkelanjutan. Keempat, peningkatan kualitas pelatih dan wasit di daerah.
Rencana tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi sepak bola daerah sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi pemain muda untuk mengembangkan kemampuan melalui pembinaan dan kompetisi yang teratur.
Namun, pernyataan resmi yang disampaikan belum merinci mekanisme pengelolaan dana, bentuk pertanggungjawaban, maupun sistem pengawasannya. Hal-hal tersebut perlu diperjelas apabila usulan disetujui agar pelaksanaan program dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
Menunggu Kepastian dari PSSI Pusat
Pengurus PSSI Sulteng berharap usulan tersebut memperoleh persetujuan PSSI Pusat demi mendukung masa depan sepak bola daerah. Meski demikian, keputusan mengenai persyaratan pencalonan tetap menunggu proses dan ketentuan organisasi yang berlaku.
Kejelasan mengenai status usulan, dasar penetapan nominal, serta tata kelola dana akan menjadi bagian penting dalam menjawab perhatian klub dan masyarakat terhadap proses pemilihan Ketua Umum PSSI Sulteng.
Untuk saat ini, pengurus menegaskan bahwa biaya pendaftaran Rp1 miliar belum ditetapkan secara resmi. Kepastian mengenai ketentuan tersebut akan diumumkan setelah PSSI Pusat memberikan persetujuan.


- Penulis: Rizky Hidayatullah

Saat ini belum ada komentar