Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kearifan Lokal » Kaledo, Kuliner Legendaris yang Menjadi Ikon Kota Palu

Kaledo, Kuliner Legendaris yang Menjadi Ikon Kota Palu

  • account_circle Rizky Hidayatullah
  • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Palu – Jika berbicara tentang kuliner khas Kota Palu, maka Kaledo adalah nama yang hampir selalu disebut pertama. Makanan tradisional yang merupakan singkatan dari Kaki Lembu Donggala ini telah menjadi ikon kuliner Sulawesi Tengah dan menjadi sajian wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Palu. Dengan cita rasa gurih, segar, dan sedikit asam, Kaledo menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda dari sup daging pada umumnya.

Cita Rasa yang Khas dan Sulit Dilupakan

Kaledo menggunakan tulang kaki sapi yang masih memiliki daging serta sumsum di dalam tulangnya. Tulang tersebut direbus selama beberapa jam hingga menghasilkan kuah bening yang kaya kaldu alami.

Yang membuat Kaledo berbeda adalah perpaduan rasa gurih, pedas, dan asam yang berasal dari cabai rawit, asam jawa, serai, dan bumbu sederhana lainnya. Meski tampilannya sederhana, rasa kuahnya sangat kaya dan menyegarkan.

Disajikan Bersama Singkong

Berbeda dengan kebanyakan makanan berkuah yang disantap bersama nasi, Kaledo secara tradisional dinikmati bersama ubi kayu (singkong) rebus. Singkong yang lembut menjadi pasangan sempurna untuk menyerap kuah Kaledo yang kaya rasa.

Tak sedikit penikmat Kaledo yang juga menggunakan sedotan untuk menikmati sumsum tulang yang lembut dan gurih, menjadikan pengalaman menyantap hidangan ini semakin unik.

Warisan Kuliner Masyarakat Kaili

Kaledo merupakan salah satu warisan kuliner masyarakat Kaili yang telah diwariskan turun-temurun selama puluhan tahun. Hingga kini, banyak rumah makan di Kota Palu yang tetap mempertahankan resep tradisional sehingga cita rasanya tetap autentik dan menjadi daya tarik wisata kuliner Sulawesi Tengah.

Mengapa Wajib Dicoba?

Beberapa alasan mengapa Kaledo menjadi favorit wisatawan antara lain:

  • Kuah kaldu sapi yang bening namun kaya rasa.
  • Daging dan tulang yang empuk setelah direbus berjam-jam.
  • Perpaduan rasa gurih, pedas, dan asam yang khas.
  • Sumsum tulang yang menjadi bagian favorit banyak penikmat.
  • Disajikan bersama singkong rebus sebagai ciri khas kuliner Palu.

Tempat Menikmati Kaledo di Palu

Salah satu rumah makan legendaris yang terkenal menyajikan Kaledo adalah Kaledo Stereo, dan Kaledo Loli yang telah mempertahankan resep turun-temurun sejak 1978. Selain itu, terdapat banyak warung Kaledo lain yang tersebar di berbagai sudut Kota Palu dengan cita rasa yang tetap autentik.

Lebih dari Sekadar Makanan

Bagi masyarakat Sulawesi Tengah, Kaledo bukan sekadar hidangan, melainkan bagian dari identitas budaya daerah. Semangkuk Kaledo menghadirkan kehangatan, kebersamaan, dan kekayaan tradisi kuliner yang telah dikenal hingga mancanegara. Tak heran jika kuliner ini selalu masuk dalam daftar makanan yang wajib dicicipi ketika berkunjung ke Kota Palu.

  • Penulis: Rizky Hidayatullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemendikdasmen dan Polri Perkuat Sinergi Siapkan Generasi Muda Cakap AI Secara Preventif

    Kemendikdasmen dan Polri Perkuat Sinergi Siapkan Generasi Muda Cakap AI Secara Preventif

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Stenly Fischer
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Halopalu.com – Pesatnya adopsi teknologi kecerdasan buatan di tengah masyarakat menghadirkan tantangan tersendiri bagi sektor pendidikan dan keamanan siber. Menanggapi potensi risiko seperti penyalahgunaan teknologi, disinformasi, hingga kejahatan berbasis deepfake, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Langkah kolaboratif ini difokuskan pada penguatan literasi digital melalui […]

  • KTT APEC Dorong Penguatan Ekosistem Digital dan Integrasi UMKM Lintas Negara

    KTT APEC Dorong Penguatan Ekosistem Digital dan Integrasi UMKM Lintas Negara

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Stenly Fischer
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Halopalu.com – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali menjadi sorotan utama dalam agenda diplomasi ekonomi regional. Melalui forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), para menteri perdagangan dan delegasi negara anggota sepakat untuk memperkuat integrasi rantai pasok digital guna mendongkrak daya saing pelaku usaha kecil di kancah internasional. Fokus utama […]

  • Ayu Octa Comeback, Rilis Single Perdana “Diam-Diam” Play Button

    Ayu Octa Comeback, Rilis Single Perdana “Diam-Diam”

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Muh Akbar
    • visibility 72
    • 0Komentar

    JAKARTA – Setelah cukup lama malang melintang di pentas musik Tanah Air, penyanyi Ayu Octa akhirnya resmi merilis single perdananya bertajuk “Diam-Diam”. Lagu ini sekaligus menjadi penanda kembalinya Ayu Octa ke industri musik Indonesia setelah sempat vakum dari dunia tarik suara. Mengusung genre alternative rock, “Diam-Diam” digarap melalui tangan dingin M. Rizky Hidayatullah, musisi yang […]

  • Kontingen Indonesia Targetkan Prestasi Terbaik di Asean Trail Running Championship 2026

    Kontingen Indonesia Targetkan Prestasi Terbaik di Asean Trail Running Championship 2026

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Stenly Fischer
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Halopalu.com – Pengurus Pusat Asosiasi Lari Trail Indonesia (PP ALTI) secara resmi memberangkatkan sebanyak 27 atlet pilihan untuk bersaing dalam ajang Southeast Asian Trail Running Championship (SEATRC) 2026 yang diselenggarakan di kawasan Gunung Gede Pangrango, Bogor, Jawa Barat. Kejuaraan tingkat regional Asia Tenggara ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk membuktikan daya saing atlet Lari […]

  • Arsitektur bangunan tradisional suku kaili sejak lampau telah memahami kondisi geografis daerahnya yang kerap dilanda gempa bumi. photo_camera 2

    Membaca Gempa Lewat Kaca Mata Kaili: Ketika Bumi Menata Diri dan Melahirkan Berkah

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Smiet, SKom
    • visibility 136
    • 0Komentar

    KOTA PALU – Gempa bumi selalu datang dengan satu wajah yang kita kenal: ketakutan. Tanah berguncang. Rumah bergetar. Orang-orang berhamburan keluar. Dalam hitungan detik, rasa aman yang dibangun bertahun-tahun bisa berubah menjadi kepanikan. Tetapi jauh sebelum istilah gempa bumi, likuefaksi, mitigasi, hingga sesar aktif menjadi bagian dari kamus kebencanaan modern, masyarakat Kaili telah memiliki cara sendiri […]

  • Sau Raja (Banua Oge) peninggalan sejarah yang masih berdiri kokoh photo_camera 4

    Sou Raja (Banua Oge), Jejak Kejayaan Kerajaan Palu yang Masih Berdiri Kokoh

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Rizky Hidayatullah
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Kota Palu – Di tengah pesatnya perkembangan Kota Palu, masih berdiri sebuah bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang Kerajaan Palu. Sou Raja atau Banua Oge merupakan istana sekaligus rumah kediaman para raja (Magau) Palu yang kini ditetapkan sebagai situs cagar budaya dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah paling penting di Sulawesi Tengah. Bangunan […]

expand_less