LED Lighting AMINIYAH, Produk Lokal Santri yang Siap Menerangi Indonesia
- account_circle Rizky Hidayatullah
- calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
- visibility 88
- comment 0 komentar
- print Cetak

Lampu LED Aminiyah, Produk Santri dari Poso untuk Indonesia. (Gambar: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Halopalu.com – Di tengah derasnya dominasi produk elektronik impor di pasar Indonesia, sebuah inovasi membanggakan justru lahir dari lingkungan pesantren di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. LED Lighting AMINIYAH hadir bukan sekadar sebagai produk lampu hemat energi, tetapi juga menjadi bukti bahwa santri mampu melahirkan industri manufaktur modern yang berkualitas dan siap bersaing di tingkat nasional.
Diproduksi oleh para santri di bawah naungan Islamic Center Aminiyah melalui Koperasi Produsen Cahaya Rahmat Aminiyah, pabrik yang berlokasi di Desa Mayoa, Kecamatan Pendolo, Kabupaten Poso ini disebut sebagai pelopor industri lampu LED berbasis lembaga pesantren pertama di Indonesia. Terobosan tersebut menjadi simbol keberhasilan menggabungkan pendidikan, teknologi, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu ekosistem yang produktif.
LED Lighting AMINIYAH menawarkan beragam produk yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga sektor komersial. Mulai dari LED Bulb, Downlight, Emergency Indoor, Emergency Outdoor, hingga lampu Sensor Gerak (PIR) dan Sensor Suara. Seluruh produk mengusung teknologi hemat energi, memiliki daya tahan tinggi, serta mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan pengguna.
Keunggulan produk ini juga terlihat dari inovasi teknologinya. Lampu Emergency Outdoor mampu tetap menyala hingga enam jam saat listrik padam, dilengkapi tiga tingkat pencahayaan, indikator baterai, serta pengisian ulang menggunakan USB Type-C. Sementara lampu Sensor Gerak bekerja otomatis melalui teknologi Passive Infrared (PIR) yang mendeteksi panas tubuh, sedangkan Sensor Suara akan menyala saat mendeteksi suara dalam kondisi minim cahaya. Teknologi tersebut memberikan efisiensi energi sekaligus meningkatkan keamanan lingkungan.
Namun, kekuatan utama LED Lighting AMINIYAH tidak hanya terletak pada teknologinya. Industri ini juga menjadi wadah pembelajaran bagi para santri yang terlibat langsung dalam proses produksi. Mereka dibekali keterampilan industri dan kewirausahaan sehingga mampu menghasilkan produk berkualitas sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi umat. Model ini menjadi contoh nyata bahwa pesantren mampu berkembang menjadi pusat inovasi dan industri yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Dalam strategi bisnisnya, LED Lighting AMINIYAH membidik pasar yang luas, mulai dari rumah tangga, proyek perumahan subsidi maupun komersial, toko material bangunan, kontraktor, hingga instansi pemerintah. Produk downlight yang dirancang khusus untuk plafon PVC dan gypsum menjadi salah satu solusi pencahayaan modern dengan harga kompetitif, sekaligus menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin beralih dari produk impor.
Lebih jauh, kehadiran industri ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian Sulawesi Tengah. Produksi lokal membuka peluang lapangan kerja baru, memperkuat rantai pasok daerah, serta mendukung penggunaan produk dalam negeri sesuai semangat peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan penguatan UMKM nasional.
Dengan mengusung slogan “Menerangi Semesta”, LED Lighting AMINIYAH kini menargetkan perluasan distribusi ke berbagai daerah di Indonesia melalui kerja sama dengan distributor, toko listrik, koperasi, lembaga pendidikan, hingga komunitas masjid dan pesantren. Ambisi tersebut menjadi langkah besar untuk membuktikan bahwa produk karya anak bangsa, khususnya para santri, mampu bersaing dengan merek-merek internasional.
Bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat produk LED Lighting AMINIYAH, dapat mengunjungi kantor pemasaran di Jalan Jati Super No. 08, Kota Palu, atau menghubungi WhatsApp 0823-9610-1313 untuk informasi produk, kemitraan, maupun distribusi.
LED Lighting AMINIYAH bukan hanya menghadirkan cahaya yang hemat energi, tetapi juga membawa harapan baru bahwa dari pesantren di pelosok Sulawesi Tengah, lahir sebuah industri yang siap menerangi rumah-rumah Indonesia sekaligus menginspirasi kebangkitan manufaktur lokal berbasis santri.



- Penulis: Rizky Hidayatullah

Saat ini belum ada komentar