Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Komunitas » Manifesto Kebudayaan Palu Soroti Keadilan Fiskal dan Investasi Berbasis Budaya

Manifesto Kebudayaan Palu Soroti Keadilan Fiskal dan Investasi Berbasis Budaya

  • account_circle Smiet Lalove
  • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
  • visibility 243
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PALU — Komunitas Seniman Budayawan Bicara yang digagas Arifin Sunusi menggelar diskusi publik bertajuk “Manifesto Kebudayaan: Berani Menggugat Sila Kelima Menata Investasi Berbasis Kebudayaan dan Konservasi” di Ondewei Caffee, Palu, Minggu (4/10/2026).

Diskusi mempertemukan unsur pemerintah pusat dan daerah, akademisi, legislatif, seniman, budayawan hingga masyarakat adat untuk membahas tata kelola investasi di Sulawesi Tengah yang lebih adil, berpihak pada masyarakat, serta menghormati kelestarian lingkungan dan kebudayaan lokal.

Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Lukman, menekankan pentingnya ecological memory, yaitu kesadaran bahwa manusia merupakan bagian dari alam. Menurutnya, investasi seharusnya menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan, bukan tujuan akhir pembangunan. Ia juga mendorong langkah hukum dan uji materiil terhadap Kepmen ESDM No. 157 terkait persoalan Dana Bagi Hasil (DBH) Sulawesi Tengah.

Persoalan keadilan fiskal turut disoroti Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reni A. Lamadjido. Meski pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah mencapai 8,32 persen, dana yang kembali ke daerah dinilai belum sebanding. Dari potensi DBH sekitar Rp523 miliar, daerah disebut hanya menerima sekitar Rp13 miliar.

Ketua Komisi DPRD Sulawesi Tengah, Hidayat Pakamundi, juga menilai tingginya pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya berdampak terhadap penurunan kemiskinan yang masih berada pada kisaran 10,82–11 persen, termasuk di kawasan industri pertambangan seperti Morowali dan Morowali Utara.

Dari aspek regulasi, Direktur PHD Kemendagri RI Imelda Sormin menekankan pentingnya meaningful participation masyarakat dalam penyusunan regulasi daerah. Kemendagri juga mendorong perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi seniman dan budayawan serta penguatan dukungan anggaran melalui Standar Satuan Harga dan Standar Biaya Umum.

Sementara itu, Sekretaris Dirjen Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Judi Wahyudi, memaparkan sejumlah program penguatan ekosistem kebudayaan, antara lain Perpres No. 108 Tahun 2024 tentang Manajemen Talenta Nasional, Lembaga Sertifikasi Pihak Kedua dengan 31 skema sertifikasi, serta dukungan pendanaan bagi komunitas kebudayaan.

Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Tengah juga menyampaikan perkembangan pemajuan kebudayaan daerah. Sulawesi Tengah disebut menjadi provinsi pertama yang menandatangani PKS dengan Kementerian Kebudayaan, memiliki 52 Warisan Budaya Takbenda, sejumlah cagar budaya, serta tengah mendorong kawasan Megalitik Lore Lindu masuk dalam Tentative List UNESCO World Heritage.

Isu masyarakat adat dan konflik agraria turut menjadi perhatian. Aktivis dan advokat Agus bersama perwakilan Badan Musyawarah Adat, Agus Lamakarate, menekankan pentingnya pengakuan terhadap masyarakat hukum adat serta penyelesaian konflik akibat masuknya Proyek Strategis Nasional. BMA juga mengusulkan model Dana Abadi seperti Sovereign Wealth Fund untuk menjamin manfaat sumber daya alam bagi generasi Sulawesi Tengah di masa depan.

Dalam forum tersebut, Muhammad Syafie atau Oyot mewakili aspirasi komunitas seniman dan budayawan dengan menolak wacana peleburan Dinas Kebudayaan ke Dinas Pariwisata. Komunitas juga mendorong evaluasi Perda No. 8 Tahun 2021 tentang Pemajuan Kebudayaan agar lebih mampu mengakomodasi perkembangan ekosistem kebudayaan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wagub Reni A. Lamadjido menegaskan bahwa rencana peleburan Dinas Kebudayaan masih sebatas wacana. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen mempertahankan keberadaan Dinas Kebudayaan sekaligus mempercepat penyelesaian Pergub Kebudayaan yang masih dalam proses harmonisasi.

Diskusi yang dimoderatori Hapri Ika Poigi tersebut menegaskan bahwa pembangunan Sulawesi Tengah harus menyelaraskan keanekaragaman hayati dengan keanekaragaman budaya. Investasi diharapkan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mewujudkan keadilan sosial, melindungi hak masyarakat adat, memperkuat ekosistem kebudayaan, dan menjaga lingkungan bagi generasi mendatang.

  • Penulis: Smiet Lalove

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lampu LED Aminiyah, Produk Santri dari Poso untuk Indonesia. photo_camera 3

    LED Lighting AMINIYAH, Produk Lokal Santri yang Siap Menerangi Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Rizky Hidayatullah
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Halopalu.com – Di tengah derasnya dominasi produk elektronik impor di pasar Indonesia, sebuah inovasi membanggakan justru lahir dari lingkungan pesantren di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. LED Lighting AMINIYAH hadir bukan sekadar sebagai produk lampu hemat energi, tetapi juga menjadi bukti bahwa santri mampu melahirkan industri manufaktur modern yang berkualitas dan siap bersaing di tingkat nasional. Diproduksi […]

  • Tampak Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka duduk sederet dengan menteri yang jadi viral

    Heboh! Denny Indrayana Minta Prabowo Copot Gibran

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Rizky Hidayatullah
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Jakarta – Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham), Denny Indrayana, kembali memantik perhatian publik setelah melayangkan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto. Surat yang diberi judul “Memecat Gibran” itu berisi kritik tajam terhadap tata kelola informasi di lingkungan Istana sekaligus pandangannya mengenai posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Alih-alih mengirimkannya secara langsung ke Istana, […]

  • Nonggale Bengga.

    Nonggale Bengga: Kala Kerbau Bumi Terbangun dan Harmoni Mitigasi Leluhur Kaili

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Smiet, SKom
    • visibility 109
    • 0Komentar

    KOTA PALU — Ada cara yang berbeda untuk membaca bumi. Ilmu pengetahuan modern mengenal gempa sebagai konsekuensi dari pelepasan energi di dalam kerak bumi. Kita mengenal magnitudo, episentrum, sesar aktif, likuefaksi hingga tsunami. Semuanya penting untuk memahami risiko dan menyelamatkan manusia. Tetapi jauh sebelum istilah-istilah itu hadir dalam buku-buku kebencanaan, masyarakat Kaili telah memiliki bahasa sendiri […]

  • Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Gizi Seimbang Cegah Risiko Penyakit Degeneratif Sejak Dini

    Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Gizi Seimbang Cegah Risiko Penyakit Degeneratif Sejak Dini

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Stenly Fischer
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Halopalu.com – Kalangan akademisi dan pakar gizi klinis kembali mengingatkan masyarakat luas mengenai urgensi penerapan pola makan bergizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran pola konsumsi yang sehat dinilai sangat efektif dalam menekan risiko berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung di usia produktif. Berdasarkan tinjauan kesehatan masyarakat, konsumsi makanan tinggi serat, vitamin, serta pembatasan […]

  • Prabowo Subianto Buka KUII VIII di Jakarta, Tekankan Pentingnya Kedaulatan Bangsa

    Prabowo Subianto Buka KUII VIII di Jakarta, Tekankan Pentingnya Kedaulatan Bangsa

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Stenly Fischer
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Halopalu.com – Rangkaian forum strategis lima tahunan, Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII, resmi dibuka di Hotel Bidakara, Jakarta. Agenda akbar yang diinisiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mempertemukan puluhan organisasi Islam dari seluruh penjuru Tanah Air guna membahas arah konstruktif pembangunan bangsa. Dalam pandangan para pengamat sosial dan kebangsaan, forum seperti KUII memiliki […]

  • Kemendikdasmen dan Polri Perkuat Sinergi Siapkan Generasi Muda Cakap AI Secara Preventif

    Kemendikdasmen dan Polri Perkuat Sinergi Siapkan Generasi Muda Cakap AI Secara Preventif

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Stenly Fischer
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Halopalu.com – Pesatnya adopsi teknologi kecerdasan buatan di tengah masyarakat menghadirkan tantangan tersendiri bagi sektor pendidikan dan keamanan siber. Menanggapi potensi risiko seperti penyalahgunaan teknologi, disinformasi, hingga kejahatan berbasis deepfake, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Langkah kolaboratif ini difokuskan pada penguatan literasi digital melalui […]

expand_less