Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Destinasi Wisata » Rumah Tua di Watutau, Saksi Bisu Perintis Zending Pieter ten Kate

Rumah Tua di Watutau, Saksi Bisu Perintis Zending Pieter ten Kate

  • account_circle Stenly Fischer
  • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
  • visibility 236
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lembah Napu, Sulawesi Tengah – Ada tempat-tempat di muka bumi ini yang seolah membisikkan kisah masa lampau kepada siapa saja yang mau mendengarkan. Di jantung Lembah Napu, berdiri sebuah bangunan panggung kayu di Watutau yang menjadi saksi bisu sejarah peradaban di wilayah ini. Rumah ini diyakini pernah menjadi tempat tinggal dan pusat pelayanan bagi seorang tokoh : Pieter ten Kate.

Gambar 1 (kiri): Foto Pieter ten Kate berjas putih. Gambar 2 (kanan): Foto rumah panggung kayu di Watutau saat ini. Dokumentasi : Stenly Fischer

Pieter ten Kate, lahir di Belanda pada 6 Juli 1880, bukanlah pendatang biasa yang datang tanpa persiapan. Sebelum kakinya menjejak tanah Sulawesi pada tahun 1908, ia telah membekali diri dengan kemampuan bahasa Pamona, berkat bimbingan langsung dari Nicolaas Adriani, ahli bahasa dan misionaris terkemuka di Hindia Belanda saat itu.

Pada bulan September 1909, setelah perjalanan merintis yang menantang bersama rekannya, P.H.C. Hofman, Ten Kate resmi membuka pos zending di wilayah Napu. Watutau menjadi pusat pelayanannya selama delapan tahun yang penuh tantangan, hingga ia berpindah tugas pada November 1917.

Keberadaan Pieter ten Kate di pedalaman Sulawesi bukanlah dongeng. Jejaknya terekam jelas dalam lembaran sejarah dan secara fisik, dalam bentuk lembaran foto arsip. Sebuah potret hitam-putih yang ditemukan di rumah tua tersebut menampilkan sosok Ten Kate yang otentik. Dalam foto tersebut, ia mengenakan jas tutup putih busana yang menjadi ciri khas pejabat kolonial dan misionaris di daerah tropis pada awal abad ke-20. Di balik foto tersebut tertulis keterangan singkat namun bermakna: “Te en Kate”.

Kini, bangunan panggung kayu itu telah berusia lebih dari satu abad. Meski telah mengalami pemeliharaan, arsitekturnya yang khas tetap mempertahankan nuansa masa lalu. Berdiri di depan rumah yang pernah didiami oleh Ten Kate, kita seolah ditarik mundur ke masa di mana sang pionir zending meletakkan fondasi pendidikan, pengobatan, dan penginjilan bagi masyarakat Napu.

Pieter ten Kate sendiri berpulang di Poso pada 29 November 1919, di usia muda 39 tahun. Namun, warisannya baik melalui arsip foto berharga ini maupun bangunan bersejarah di Watutau, tetap hidup.

Tampak depan, rumah panggung kayu di Watutau. Dokumentasi : Stenly Fischer

Wilayah ini tidak hanya menyimpan jejak sejarah masa lalu, tetapi juga terus hidup seiring dengan berbagai dinamika serta inisiatif pelestarian dan kegiatan sosial kemasyarakatan yang kerap bersinggungan dengan berbagai gerakan di Sulawesi Tengah.

  • Penulis: Stenly Fischer
  • Editor: Halopalu.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sofie Localfood produsen frozen food pertama di Kota Palu photo_camera 5

    Sofie Localfood, Mengangkat Kearifan Lokal Sulawesi Tengah Melalui Industri Frozen Food Berkualitas

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Rizky Hidayatullah
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Halopalu.com – Di tengah pesatnya perkembangan industri makanan beku di Indonesia, Sofie Localfood hadir sebagai salah satu pelaku usaha lokal yang membuktikan bahwa produk daerah mampu bersaing melalui inovasi, kualitas, dan identitas budaya. Berawal dari semangat menghadirkan makanan praktis tanpa meninggalkan cita rasa khas Sulawesi Tengah, Sofie Localfood tumbuh menjadi produsen frozen food sekaligus pusat […]

  • Kegiatan Bisnis Matching KADIN Sulteng

    Re Opening Kantor KADIN Sulteng, Anindya Bakrie Dijadwalkan Hadir

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Rizky Hidayatullah
    • visibility 69
    • 0Komentar

    KOTA PALU — Kantor KADIN Sulawesi Tengah akan kembali diresmikan melalui agenda Re Opening Kantor KADIN Sulteng yang dijadwalkan berlangsung pada 16 September 2026. Agenda tersebut menjadi salah satu rangkaian kunjungan Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie bersama rombongan jajaran KADIN Indonesia ke Kota Palu. Ketua Umum KADIN Sulteng, Gufran Ahmad, mengatakan Re Opening dijadwalkan […]

  • Grup Band After Halt Play Button photo_camera 5

    Grup Band After Halt Bakar Amarah Lewat Single “KONTRAKTOR”

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Muh Akbar
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Jakarta – Kancah musik independen Tanah Air kembali kedatangan nama baru. Grup Band Metal/Hardcore After Halt resmi memperkenalkan single perdana mereka bertajuk “KONTRAKTOR”, sebuah karya yang tidak hanya menawarkan dentuman musik keras, tetapi juga membawa kisah personal, amarah, frustrasi, dan kepedulian terhadap realitas sosial. Berbeda dari karya yang lahir semata dari imajinasi, “KONTRAKTOR” berangkat dari […]

  • Tim Satreskrim Polresta Palu melakukan penggeledahan dan pemeriksaan dokumen di lingkungan Perumdam Avo Kota Palu terkait dugaan kasus korupsi dengan nilai kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp2 miliar.

    Kasus Dugaan Korupsi Perumdam Avo Palu Rp 2 Miliar, Penyidik Dalami Penggunaan Anggaran

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Rizky Hidayatullah
    • visibility 57
    • 0Komentar

    PALU – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palu terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Avo Kota Palu. Dugaan penyimpangan tersebut disebut berkaitan dengan pengelolaan anggaran yang menimbulkan potensi kerugian negara hingga mencapai sekitar Rp2 miliar. Sebagai bagian dari proses penyidikan, jajaran Satreskrim Polresta Palu melakukan penggeledahan […]

  • Alat musik Lalove yang tak terpisahkan dalam ritual Adat Balia Suku Kaili. Play Button

    Kobi Noragi, Suara Lalove yang Menenangkan dalam Ritual Balia

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Smiet Lalove
    • visibility 91
    • 0Komentar

    KOTA PALU — Di tengah sakralnya upacara adat Balia masyarakat Suku Kaili di Sulawesi Tengah, terdapat sebuah tradisi yang mungkin tidak banyak diketahui publik. Sebelum ritual utama dimulai, lantunan Kobi Noragi dari suling bambu Lalove mengalun perlahan, mengiringi setiap tahap persiapan properti adat. Kobi Noragi dimainkan oleh tolanggara, atau pelaksana adat, khususnya ketika masyarakat mempersiapkan […]

  • Langkah Strategis Uni Eropa Percepat Transisi Energi Hijau di Tengah Dinamika Global

    Langkah Strategis Uni Eropa Percepat Transisi Energi Hijau di Tengah Dinamika Global

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Stenly Fischer
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Halopalu.com – Kebijakan lingkungan global kembali mencatatkan momentum penting setelah Parlemen Uni Eropa resmi mengesahkan regulasi komprehensif terkait percepatan transisi energi terbarukan. Kebijakan ini mewajibkan seluruh negara anggota untuk menggenjot target pemanfaatan energi hijau hingga tingkat signifikan pada akhir dekade ini, demi menekan laju emisi karbon secara kolektif. Dari sudut pandang ekonomi dan industri, regulasi […]

expand_less