Kajati Sulteng Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Berkeadilan
- account_circle Rizky Hidayatullah
- calendar_month Senin, 17 Agt 2026
- visibility 39
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Zullikar Tanjung, S.H., M.H., bertindak sebagai Inspektur Upacara. FOTO: Penkum Kejati Sulteng
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KOTA PALU — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah menggelar upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Kejati Sulteng. Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran pejabat struktural, jaksa, pegawai serta seluruh insan Adhyaksa, termasuk jajaran Kejari Palu dan Kejari Sigi.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Zullikar Tanjung, S.H., M.H., bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus membacakan amanat Jaksa Agung Republik Indonesia.
Dalam amanat tersebut, Jaksa Agung menegaskan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” bukan sekadar tema seremonial, melainkan komitmen yang harus diwujudkan melalui kerja nyata. Kemakmuran, ditegaskan, tidak dapat dipisahkan dari keadilan, sementara kedaulatan tidak akan terwujud apabila hukum hanya menjadi tontonan, bukan tuntunan.
Seluruh Insan Adhyaksa juga diminta menjaga persatuan dan soliditas institusi, mengesampingkan ego sektoral maupun kepentingan pribadi, serta menjadikan semangat perjuangan para pendiri bangsa sebagai landasan dalam menjalankan tugas.
Jaksa Agung menekankan Kejaksaan harus menjadi institusi yang dinamis dan responsif serta berada di garda terdepan dalam mengawal kedaulatan hukum. Penegakan hukum harus dilakukan secara adil, objektif, tanpa pandang bulu dan tanpa tebang pilih, sekaligus memastikan hukum hadir untuk melindungi masyarakat.
Momentum kemerdekaan juga menjadi dorongan bagi Kejaksaan untuk terus bertransformasi dari pola kerja yang semata-mata birokratis dan prosedural menuju pelayanan yang lebih humanis, cepat dan berdampak nyata. Pemanfaatan teknologi turut didorong untuk mendekatkan institusi penegak hukum dengan masyarakat, tanpa mengesampingkan hati nurani.
Selain itu, integritas, soliditas dan kepercayaan publik menjadi perhatian utama. Kepercayaan masyarakat, menurut Jaksa Agung, harus diperoleh melalui kerja nyata, profesionalisme dalam penanganan perkara serta keberanian menegakkan hukum secara objektif dan berkeadilan.
Menutup amanatnya, Jaksa Agung mengajak seluruh Insan Adhyaksa menjadikan HUT Kemerdekaan sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat pengabdian dan membuktikan Kejaksaan mampu menjadi sumber harapan masyarakat dalam penegakan keadilan dan kebenaran.
“Teruslah berkarya untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” demikian pesan Jaksa Agung.
Upacara tersebut sekaligus menjadi momentum bagi jajaran Kejati Sulawesi Tengah untuk memperkuat semangat kebangsaan dan meneguhkan kembali komitmen memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara.




- Penulis: Rizky Hidayatullah

Saat ini belum ada komentar