Kadin Sulteng Desak Penguatan Rute Palu-Morowali demi Efek Ekonomi Daerah
- account_circle Rizky Hidayatullah
- calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
- visibility 71
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Umum Kadin Sulteng, Gufran Ahmad. FOTO: GeminiAI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KOTA PALU – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah mendorong penataan ulang konektivitas penerbangan menuju Kabupaten Morowali dan Morowali Utara. Kadin menilai, penerbangan dari dan menuju kawasan industri tersebut semestinya lebih terintegrasi dengan Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu sebagai pintu gerbang utama perekonomian Sulawesi Tengah.
Ketua Umum Kadin Sulawesi Tengah, Gufran Ahmad, mengatakan konektivitas udara antara Palu, Morowali dan Morowali Utara harus diperkuat agar pertumbuhan industri di wilayah tersebut memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
Menurutnya, dominasi penerbangan menuju Morowali dari Makassar perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Pemerintah, maskapai penerbangan dan seluruh pemangku kepentingan dinilai perlu membangun pola konektivitas yang lebih berpihak pada kepentingan daerah.
“Sekarang kita tahu bersama penerbangan Makassar-Morowali lima kali dalam seminggu, sementara Palu-Morowali hanya satu kali dalam seminggu. Itu pun kalau tidak ditunda menunggu seat-nya penuh. Ini anomali buat kita di Sulawesi Tengah,” kata Gufran.
Palu Berpeluang Jadi Gerbang Kawasan Industri
Gufran menilai momentum penguatan Bandara Mutiara Sis Al-Jufri semakin terbuka setelah hadirnya rute penerbangan internasional Palu–Guangzhou yang dilayani Garuda Indonesia dan China Southern Airlines.
Menurut dia, keberadaan rute internasional tersebut seharusnya menjadi momentum untuk menjadikan Palu sebagai pusat konektivitas perdagangan, investasi dan mobilitas tenaga kerja, termasuk bagi aktivitas kawasan industri di Morowali dan Morowali Utara.
“Status Bandara Mutiara Sis Al-Jufri sebagai bandara internasional harus dimanfaatkan secara optimal. Sudah saatnya Bandara Mutiara Sis Al-Jufri menjadi gerbang utama bagi seluruh aktivitas penerbangan yang berkaitan dengan kawasan industri di Sulawesi Tengah,” tegasnya.
Kadin menilai peningkatan frekuensi penerbangan melalui Palu tidak hanya berkaitan dengan kepentingan transportasi, tetapi juga berpotensi menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah.
Arus penumpang yang semakin tinggi akan membuka peluang bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan hingga berbagai usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Kota Palu, kata Gufran, juga berpeluang semakin kuat sebagai pusat distribusi barang dan jasa sekaligus simpul mobilitas pelaku usaha di Sulawesi Tengah.
Jangan Sampai Industri Morowali Hanya Menguntungkan Daerah Lain
Kadin Sulawesi Tengah berpandangan bahwa besarnya aktivitas industri di Morowali dan Morowali Utara harus mampu memberikan efek ekonomi yang lebih besar bagi daerah asalnya.
Jangan sampai, kata Gufran, geliat investasi dan industri di Sulawesi Tengah justru lebih banyak menggerakkan perekonomian daerah lain akibat pola konektivitas transportasi yang tidak terintegrasi dengan pusat ekonomi provinsi.
“Kami ingin memastikan bahwa keberadaan kawasan industri di Morowali dan Morowali Utara benar-benar memberikan efek berganda bagi perekonomian Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Karena itu, Kadin Sulawesi Tengah berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, maskapai penerbangan dan seluruh pemangku kepentingan duduk bersama untuk mengevaluasi pola penerbangan menuju Morowali.
Kadin mendorong agar frekuensi penerbangan Palu–Morowali ditingkatkan dan dikembangkan menjadi jalur utama yang mampu menghubungkan pusat pemerintahan dan bisnis di Palu dengan kawasan industri di Morowali serta Morowali Utara.
“Konektivitas udara harus dibangun bukan hanya berdasarkan pertimbangan bisnis jangka pendek, tetapi juga berdasarkan kepentingan pembangunan ekonomi daerah. Industri Morowali harus menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi Sulawesi Tengah secara menyeluruh,” pungkas Gufran.
- Penulis: Rizky Hidayatullah

Saat ini belum ada komentar