Kadin Sulteng : Tidak Hanya Seremonial, Saatnya Kolaborasi Hasilkan Cuan!
- account_circle Stenly Fischer
- calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
- visibility 105
- comment 0 komentar
- print Cetak

Seluruh energi dan persiapan matang ini bakal tumpah ruah dalam gelaran akbar yang dijadwalkan pada Rabu, 16 September 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PALU – Ada angin segar yang sedang berhembus di kancah bisnis Sulawesi Tengah. Di bawah kendali Gufran Ahmad, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulteng sepakat untuk meninggalkan gaya organisasi yang kaku dan hobi nongkrong di acara seremonial doang.
Seluruh energi dan persiapan matang ini bakal tumpah ruah dalam gelaran akbar yang dijadwalkan pada Rabu, 16 September 2026. Rangkaian acaranya dijamin padat dan produktif, mulai dari ajang Business Matching bagi para pelaku usaha, peresmian ulang Kantor Kadin Sulteng, hingga pelantikan resmi pengurus baru.
Langkah berani ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah ke depannya bakal digarap lebih serius, cair, dan pastinya berorientasi langsung pada hasil yang nyata.
Semangat perubahan ini sejatinya sudah mulai dipanaskan sejak rapat perdana pengurus di Kota Palu pada Kamis, 10 September 2026 lalu. Dipimpin langsung oleh Ketua OKK Kadin Sulteng, Dr. Ihksan Syarifuddin, pertemuan tersebut jauh dari kesan kaku ala birokrasi kuno.
Dari ruang diskusi itu, lahirlah komitmen kuat yang dirangkum dalam tagline “Kadin Berani Sulteng Nambaso, dari Kolaborasi Menuju Prestasi.”
Gufran Ahmad sendiri mengingatkan para pengurus agar siap meluangkan waktu secara maksimal. Ia mencontohkan ritme kerja di Kadin pusat yang super aktif dan rutin menggelar rapat koordinasi setiap pekan.
“Di Kadin pusat paling sering rapat. Setiap pekan ada rapat. Karena itu, pengurus Kadin harus punya luang waktu yang cukup,” ujar Gufran blak-blakan.
Meski jadwal undangan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus berdatangan sejak ia terpilih pada Mei 2026 lalu, Gufran memastikan setiap undangan disaring dengan matang. Ia bahkan ingin suasana kerja sehari-hari di Kadin dibuat rileks tanpa harus kehilangan substansi.
“Bisa ngopi pagi di kantor. Bicara kolaborasi menghasilkan cuan. Itu yang selalu kita diskusikan,” celoteh Gufran menggambarkan gaya kepemimpinannya yang santai tapi tetap produktif.
Agar roda organisasi berputar dengan mulus, Kadin Sulteng membagi fokus kerja ke dalam lima dimensi strategis. Seluruh bidang ini nantinya akan dikomandoi oleh 19 orang Wakil Ketua Umum (WKU) di dalam struktur kepengurusan baru.
Adapun kelima dimensi strategis tersebut mencakup :
- Organisasi, Hukum, dan Komunikasi
- Infrastruktur, Energi, dan Lingkungan Hidup
- Perekonomian, Perdagangan, dan Investasi
- UMKM, Industri, dan Ekonomi Kreatif
- Pembangunan Manusia, Kesehatan, dan Ketenagakerjaan
Menurut Dr. Ihksan Syarifuddin selaku Ketua OKK, kehadiran 19 WKU ini bukan sekadar pamer jumlah pengurus atau pajangan nama di struktur organisasi. Setiap figur dituntut untuk turun tangan langsung dan bekerja sesuai bidangnya. Tujuannya jelas: menjembatani komunikasi yang efektif antara pengusaha, pemerintah, perbankan, kampus, hingga pelaku UMKM di akar rumput.
“Berkadin hari ini tidak seperti berkadin masa lalu. Dan sekarang kita bisa buktikan,” tegas Ikhsan penuh percaya diri, sembari menambahkan bahwa renovasi kantor dilakukan agar pengurus punya tempat nongkrong yang representatif untuk menelurkan ide-ide bisnis brilian.
Seluruh rangkaian persiapan panjang ini akan bermuara pada hari Rabu, 16 September 2026. Acara pelantikan pengurus Kadin Sulteng dipastikan bakal dihadiri sekaligus dilantik langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie.
Tak sekadar seremoni pelantikan biasa, momen ini dirangkai bersama Business Matching dan re-opening kantor Kadin Sulteng. Kombinasi acara ini menjadi sinyal telak bahwa kolaborasi sektor swasta dan pemerintah di Sulawesi Tengah siap naik level.
Gufran Ahmad sangat optimis bahwa potensi sumber daya manusia di Sulawesi Tengah sangat luar biasa. Tugas utama Kadin ke depan adalah meramu potensi tersebut, membukakan pintu seluas-luasnya bagi pengusaha lokal, serta mengubah peluang sekecil apa pun menjadi roda ekonomi yang menyejahterakan masyarakat.
Dengan semangat Kadin Berani Sulteng Nambaso, pesannya sudah sangat terang : Kadin Sulteng ogah jalan di tempat hanya berbekal wacana dan tumpukan proposal. Kolaborasi wajib berbuah kerja nyata, kerja nyata harus melahirkan bisnis, dan bisnis tersebut harus membawa prestasi serta kesejahteraan bagi daerah.
- Penulis: Stenly Fischer
- Editor: Halopalu.com

Saat ini belum ada komentar